Alhamdulillah. Ku menginjakkan Bandung kembali. Berapa kali ke sini, aku lupa, tanpa sombong sedikit pun terbersit hanya memang ku acap kali berkunjung ke kota ini. Aku membawa misi yang berbeda tuk kepergianku ke bandung kali ini. Selain tugas utama dampingi teman2 paduan suara, di kesempatan yang langka ini (karena pergi seorang diri), ku ingin muter2 Bandung sendiri. Sebebas merpati gt lah.
Alhamdulillah tuk kedua kalinya...
Aku sekarang sudah bisa menulis blog ini sembari nongkrong di daerah Cisadea. Keluar dari wisma lalu naik ojek tuk ditunjukkan arah2 kota Bandung yang asyik. Sore ini ku mau muter2. Sayangnya, kameraku ketinggalan di kamar. Kebawa Tasya. Tak apalah. Pokoknya pikiran, mata dan raga kudu rileks.
Sebelum itu kusempatkan dulu tuk menulis ini di blog. Just for remind me later. It wrote in Bandung. Hwahaha...
Ngomong-ngomong soal Bandung, pas di ojek tadi aku tanya ma tukang ojeknya kalau ke Leuwih gajah naik angkot berapa kali? Secara ada Kakak sepupuku di sana. Masya Allah, ternyata tak kusangka, 5 kali ganti angkot tuk sampai ke kak Evi -nama kakak sepupuku-. Terima kasih deh!
Menariknya, ketika aku diturunkan ditujuanku di daerah Griya, sang tukang ojek kasih aku nomer teleponnya. Dia bilang, telpon aja kalau mau keliling2 bandung lagi. Boleh tu! Tapi, let me think anymore...
Secara overall, aku masih suka bandung. I do reallly love this town so much. Perpaduan yang menyejahterahkan jiwa raga menurutku. Hawanya dingin. Makanannya enak murah. Jalan kaki hooh. Mau cuci mata dimana-dimana tersedia. Nongkrong sambil ngobrol apaan ja, subhanallah. Completely town!
Bandung masih seperti dulu. Sebuah kota idaman, dambaan dan harapan untuk bisa menetap di sini. Sudahlah... itu kelak. Berusaha saja dulu tuk kejar cita-cita. Nikmati proses...
Lebih dari semua itu, pastilah akan kunikmati hari2ku di Bandung kali ini. Akan sangat kunikmati. Bebas dari kuliah. Bebas dari rutinitas. Surabaya, let me say goodbye for a week. Bandung, now, here I Am...
Oktober
(2 Bulan kelak) menjadi bulan yang spesial (mungkin) bagiku. Lantaran
2 event besar (tepatnya kewajiban) menantiku. Keduanya juga dapat
dikategorikan event terakhir yang aku dalangi untuk kampus sebelum
aku memutuskan untuk konsentrasi kepada tahun terakhirku pula
menempuh ilmu di Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur.
Sebuah
prolog kecil, aku ingin Januari 2010 dapat menghadap Pak Warsito
untuk diresmikan menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi. Yup, insya Allah
pada awal 2010 kelak, aku wisuda. Amin….
Back
to October…
PKM
Pertama yang ku masuk adalah
Pekan
Keakraban Mahasiswa alias PKM ilmu Komunikasi untuk Mahasiswa Baru
2008 menjadi project sesungguhnya bagiku. Jika pada tahun 2005, PKM
nya diberi title NEXT, di 2006 PKM CONTINUE digeber. Giliran 2007
kemarin, STARLIGHT yang tuntas. Tahun 2008 datang, saatnya BOSSANOVA
menunggu giliran show
on.
Di
kala NEXT, aku hanya sempat mendengarkan cerita dari teman-teman 2005
dan foto-foto mereka tentunya. Sangat berbeda ketika CONTINUE, aku
merasakan bagaimana menjadi mahasiswa baru yang tak lain adalah
subyek kegiatan. Keadaan ini berbeda 180 derajat, kala ku didapuk
menjadi panitia untuk STARLIGHT 2k7. Sie Acara posisiku saat itu.
2008 is coming. I created
BOSSANOVA. Secara aku adalah Koordinator Acara, maka aku lah yang
membuat konsep tunggal tuk BOSSANOVA. Nama BOSSANOVA pun lahir dari
ideku. Kepanjangannya adalah Boosting A Smart Communication Over and
Over.
Sejauh
ini BOSSANOVA terus aku perjuangkan agar dapat berjalan sesuai
harapan dan tujuan. Meskipun harus berjuang agak keras (situasinya
yang sulit!), namun optimis itu masih ada di hati.
Harus begitu memang. Tak ada yang patut dibuat tak mungkin dunia
apabila keyakinan itu positif dan diridloi Allah.
PKM
Kedua yaitu
Program
Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh Dikti. Di program ini jelas
membutuhkan nalar dan konsep yang luarbiasa ilmiah. Sebenar-benarnya
adalah membuat karya tulis ilmiah dengan pendanaan sebesar Rp.
6.000.000,-
Di
PKM ini aku mengajak 2 orang temanku. Aku bertindak sebagai
coordinator kelompok, Teas dan Chris sebagai anggota. Tim ini sengaja
kubentuk biar balance. Chris yang kucomot terakhir karena pengetahuan
dia sebagai GM Ak.Radio cukup membuatku tenang atas pematangan konsep
di awal September nanti. Ya, secara juga program yang aku usung di
PKM Dikti nanti masih berbau tentang radio-radio gt lah. So…
Sebagai
manusia jelas aku mengharap sukses untuk keduanya kali ini. However,
aku ingin menutupnya dengan baik. Ya Allah, ijinkan…
Langkah membanggakan mampu ditorehkan oleh para punggawa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara “Gita Widya Giri” dari UPN “Veteran” Jawa Timur. What an Amazing News! Berbekal hasil seleksi rekaman Festival Paduan Suara XXI Institut Teknologi Bandung 2008 tertanggal 26 Mei 2008, UKM Paduan Suara ”Gita Widya Giri” dinyatakan lolos dan akan berpartisipasi sebagai finalis dalam Kategori Lagu Rakyat Indonesia (Folklore).
Sebagai pengantar, Festival Paduan Suara Institut Teknologi Bandung (FPS ITB) adalah ajang kompetisi terbesar di Indonesia. FPS ITB sendiri menjadi barometer perkembangan paduan suara di Indonesia. Penilaian kompetisi ini dilihat dari segi kualitas dan kuantitas peserta. Bagi dunia paduan suara, FPS ITB penting diadakan sebagai kompetisi ternama yang patut diikuti.
Nah..., dua bulan terakhir ini, para singer dari GWG (Singkatan dari Gita Widya Giri) berlatih maksimal untuk meraih hasil terbaik di Bandung pada tanggal 26 Agustus 2008 esok. ”Demi meraih hasil terbaik di ITB nanti, porsi latihan dari teman-teman GWG ditambah. Sebelumnya kita latihan hanya dua kali seminggu tapi sekarang setiap hari. Semangat terus!” tutur Iqbal Rois Kaimudin, Ketua Umum UKM Paduan Suara GWG. Persiapan lagu yang dibawakan pun tidak main-main. Pasalnya, Janger dari Bali dan lagu Badminton milik Propinsi Jawa Barat siap mereka tampilkan dalam perhelatan akbar paduan suara tingkat Nasional tersebut.
Lebih prestisius, ternyata Paduan Suara ”Gita Widya Giri” menjadi satu-satunya wakil dari Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur yang berhasil lolos seleksi utama hingga akhirnya berangkat ke Bandung, Agustus mendatang. ”Ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi UPN. Hal yang seperti ini belum tentu terulang untuk tahun depan,” jelas Rochani, selaku Pembina UKM Paduan Suara sembari tersenyum bangga.
Sebelumnya, Paduan Suara ”Gita Widya Giri” (PS GWG) pernah menggelar Konser Tunggal bertitle Tribute to Chrisye pada (12/1) di Ballroom WTC Surabaya. Acara tersebut sebagai barometer kinerja PS GWG selama setahun terakhir. Selain itu, PS GWG juga turut serta pada berbagai kompetisi dan acara-acara formal maupun nonformal, seperti mengisi acara di CCCL Perancis di Surabaya; Workshop Entrepreneur Muda Mandiri di Hotel Shangri-La Surabaya; Lomba Peksiminal; dan sebagainya.
Pemilihan media beriklan atau publikasi yang
dilakukan oleh seseorang, lembaga, intansi atau bahkan perusahaan adalah sekian
banyak dari faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran (Marketing). Hal lain yang tidak kalah
pentingnya dalam menentukan efektifitas pemilihan media adalah motivasi dan
semangat enterpreneur yang dimiliki oleh penulis. Motivasi dan semangat
entrepreneur yang dimiliki oleh penulis juga sebagai penentu skala keberhasilan
terwujudnya sebuah cita-cita untuk mengkondisikan “Kampung Desain”.
Di Era yang
serba digital seperti sekarang ini, desain merupakan salah satu hal yang
happening di kalangan anak muda. Maksud penulis adalah sebagai creator desain
inovatif, futuristik dan dinamis. Namun, tak menutup kemungkinan yang sangat
besar untuk semua kalangan selalu berhubungan dengan desain dan digital
printing dalam hidup. Mengingat, teknologi dan komputer semakin berkembang
pesat. Software untuk desain pun kian berganti seri cepat. Corel Draw kini
mencapai X4, Photoshop cs3, Autocad 2009 dan sebagainya.
Sebagai
pengemar dan design maker, penulis
memotivasi diri untuk terus mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam bidang
desain. Aplikasi sangat membantu penulis guna memberikan ide serta kreativitas
untuk menciptakan karya-karya yang inovatif. Beberapa kegiatan komersil dalam
desain grafis maupun non grafis kerap penulis jajaki. Dari mulai desain kartu
nama, pin, undangan, poster, banner,
kaos, stiker, lay out majalah, photo editing dan sebagainya; penulis
mengambil kesemuanya sebagai sarana pembelajaran. Tentunya, guna mendukung hal
tersebut, semangat entrepreneur dapat diterapkan sebagai perencanaan usaha berbasis
desain dan digital printing.
Entrepreneur
sendiri sebenarnya adalah bentuk kebebasan manusia dalam penentuan profesi yang
dimilikinya. Bukan memjadi pegawai ataupun eksekutif muda perkantoran.
Entrepreneur sangat nekat. Mereka adalah spekulator ulung, penuh inovasi dan
berani untuk thinking out of the box.
Modal
awal entrepreneur sebenarnya hanyalah
mimpi. Kekuatan mimpi akan membawa sang entrepreneur sukses apabila ide dari
mimpi tersebut semakin spesifik. Selagi menjadi seorang yang muda, layaknya
mitos yang berkembang bahwa orang muda itu tanpa beban; belum ada ikatan
penghasilan tetap; inovatif dan big dreaming;
penulis mencoba mencari dan memikirkan serta mempertimbangkan untuk menjadi
entrepereneur layaknya Ciputra dengan bisnis propertinya.
Hal-hal
yang membuat penulis jatuh cinta pada dunia entrepreneur adalah dikarenakan jam
kerja yang fleksibel, melakukan sesuatu yang digemari dengan penuh kemerdekaan,
tidak ada lagi intrik dan “politik” dari teman ataupun karyawan, berselancar di
antara gelombang mimpi dan yang terpenting adalah kita sebagai bos.
Tetapi
kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sedikit sekali generasi muda yang
bercita-cita menjadi enterpreneur. Penjajahan selama 350 tahun telah mengikis
semangat dan kecakapan entrepreneurial di sebagian besar bangsa Indonesia.
Pendidikan di Indonesia memiliki orientasi membentuk sumber daya manusia (SDM)
pencari pekerjaan, bukan pencipta lapangan pekerjaan.
Berbekal
kegemaran, kecintaan, kemampuan dan semangat berwira usaha; penulis merasakan
bahwa ke-4 hal tersebut merupakan modal awal guna terwujudnya “Kampung Desain”.
Selain dapat menciptakan lapangan pekerjaan melalui penyerapan tenaga kerja,
“Kampung Desain” juga diproyeksikan sebagai pusat desain dan percetakan
terbesar di Indonesia.
Asumsi
ide untuk jalur entrepreneur melalui kampung desain sangatlah simple but helpful. Pertama; jika
penulis mampu mewujudkan “Kampung Desain” melalui mimpi enterpreneur maka
merupakan satu bukti bahwa anak muda adalah generasi emas untuk mensejahterakan
bangsa. Kedua; menurut Landes, 1998, The
Wealth and proverty of developing countries has been linked in modern times to
the entrepreneurial nature of their economics. Secara tak langsung, jiwa
wira usaha mampu meningkatkan perekonomian bangsa yang sedang terpuruk. Asumsi
ke tiga; masalah pengangguran dapat teratasi lewat dibukanya lapangan pekerjaan
di “Kampung Desain”. Seperti yang dikatakan oleh Caroline Jenner (The Next
Generation Survey), “We cannot give them
jobs, but we can ensure that they have the core skills and competences to
create them.”
“Kampung
Desain” sendiri merupakan sebuah perkampungan kecil (Seperti sebuah ruko
ber-blok) yang di dalamnya terdapat fasilitas atau pun sarana prasarana lengkap
yang berhubungan dengan desain dari pre-design, proses produksi hingga pasca
design. Itu adalah sebuah step awal atau jangka pendek penulis terhadap mimpi
yang bersangkutan.
Segala
jenis desain dan digital printing ada
di sini. Macam indoor dan outdoor.
Dari desain sederhana seperti kartu nama hingga logo bahkan iklan. Segala macam
desain. Detail dan lengkap. Di kampung inilah, dibangun sederetan rumah dengan
fungsi masing-masing dan karakter yang berbeda. Contoh, pre-desain berarti mengonsep gambar atau tampilan, pemaknaan ide, lobbying dengan client tentang design;
penulis taruh pada rumah gedung putih. Lebih muda disebut gedung putih.
Untuk
produksi, sebut saja gedung kuning (karena di cat dominan kuning rumah
tersebut). Perlengkapan cetak, sudah tersedia. Hanya jenis cetakan dan mesinnya
di klasifikasi dalam ruang berbeda guna spesifikasi dan efektifitas kesehatan
serta tenaga karyawan. Pasca produksi adalah tempat terakhir sebelum barang
tersebut di serahkan ke konsumen. Bisa disebut dengan main office. Di sinilah pasar sesungguhnya. Maksudnya adalah
terjadinya transaksi jual beli. Tukar menukar antara uang dan barang. Sebagai
penanda, main office beri saja warna
biru untuk dinding rumah. Alasan penulis, biru adalah tentram dan damai. Semoga
konsumen dan “pedagang” menemui kedamaian dan ketentraman dalam bertransaksi.
Tema
yang diusung penulis adalah one stop shopping as like mall. Segala kebutuhan,
macam dan peralatan serta perlengkapan desain dan digital printing ada di
“Kampung Desain”. Pelayanan juga 24 jam selama 7 hari seminggu. Dilengkapi
layanan tunggu dengan ruang khusus yang nyaman di gedung biru (Pasca produksi).
Secara
visioner, target jangka panjang adalah membuka cabang terbatas hanya di
beberapa daerah besar di Indonesia. Sumatera ada 3 titik; yaitu Medan, Batam
dan Palembang. Jawa 2 titik; Jakarta dan Surabaya. Kalimantan 2 titik;
Banjarmasin dan Samarinda. Sulawesi 2 titik; Makasar dan Palu. Maluku 2 titik;
Ambon dan Gorontalo. Papua 1 titik di Jayapura. Nusa Tenggara 2 titik; Denpasar
serta Mataram.
Selain
itu, “Kampung Desain” mempunyai kemungkinan untuk berkembang menjadi ladang
bisnis yang besar dan lebar. Ketika urusan desain telah menjadi hal yang kecil
dan biasa, tak ada salah apabila mengepakkan sayap ke bidang agency
advertising. Tempat kursus atau bahkan ada sekolah desain bernama “Kampung
Desain plus” yang orientasinya desain grafis dan entrepreneur dari tingkat Play
Group sampai Universitas seperti Ciputra.
Mungkin
perpustakaan umum tentang desain. Lebih pretisius apabila didirikan supermarket
khusus melayani kebutuhan komputer dan desain grafis. Little Hi-Tech semacam begitu. Tak lupa untuk membangun food court sebagai tempat hakiki bagi
perut yang keroncongan. Juga parking area
dengan sistem card detector. Subhanallah...
Sirkuit Hungaroring, Hungaria, tak pernah bisa untuk diprediksi hasil akhirnya. Dalam lomba akhir pekan (5/8) kemarin, seorang Heikki Kovalainen mampu menjadi pemenang. Hasil gemilang tersebut adalah yang pertama sepanjang karirnya di lintasan Jet darat sejak menjadi rookie bersama Renault-Benetton di Philip Island, Australia, tahun 2007.
Heikki beruntung dapat meraih gelar perdana di Hungaroring. Sepanjang balapan, kecepatan mobil McLaren bernomer 23 miliknya memang relatif cepat. Itu terbukti sejak pre-practice, pasangan duo McLaren, Lewis Hamilton dan Heikki Kovalainen bergantian memipin speed grid. Saat kualifikasi pun, Heikki mampu bertengger di second place di belakang rekan setimnya, Lewis Hamilton yang meraih pole position. Disusul oleh Felipe Massa, andalan ke dua Scuderia Ferrari di tempat ketiga.
Di atas kertas, duo McLaren akan melenggang mudah ke podium teratas. Jika itu terjadi, maka ini adalah posisi satu-dua pertama bagi pasangan McLaren ini di musim 2008. Heikki Kovalainen sendiri adalah driver baru McLaren tahun 2008 ini menggantikan mantan juara dunia 2006, Fernando Alonso yang memilih Renault sebagai tunggangannya di tahun ini.
Hungaroring adalah sirkuit yang cukup berliku, sempit dan sangat atraktif. Satu-satunya sirkuit yang dapat menyaingi “sempitnya” lebar track Hungaroring hanyalah Monaco. Bedanya adalah Hungaroring memang benar-benar sirkuit hasil desain secara terencana, sementara Monaco adalah jalan raya yang hanya dipakai balapan ketika event-event balapan seperti Formula 1, A-1 Grand Prix, MotoGP digelar. Selain suasana tentunya. Salip menyalip sangat jarang terjadi di sana. Oleh sebab itu, pole position sejatinya adalah pemenang ketika balapan berakhir.
Bukan begitulah yang terjadi. Ketika traffic light lomba dipadamkan, tanda start, Felipe Massa yang berada di posisi ketiga mampu menyalip Heikki dan kemudian sejajar dengan Hamilton. Di tikungan pertama pasca line start, Massa menekan Hamilton. Akhirnya, Massa melaju ringan ke depan Hamilton dengan meninggalkan 19 pembalap lain di belakangnya.
Lomba yang berlangsung 70 lap tersebut, tak banyak manuver hebat yang ditunjukkan para pembalap. Atraksi Massa menyalip Hamilton saja, yang memang di luar prediksi banyak pengamat membuat balapan itu menjadi masih layak untuk ditunggu kelanjutannya.
Hingga lap ke 40, Massa masih mulus di depan. Hamilton menguntit di belakangnya dengan selisih waktu hampir 4 detik. Cukup jauh untuk ukuran kecepatan mobil Formula 1. Tiba-tiba Hamilton melambat. Pembalap Inggris tersebut ternyata mengalami unlucky day. Ban kiri sisi depan McLarennya, menipis dan akhirnya pecah. Alhasil, Heikki menyalip sang team mate. Timo Glock dari Toyota di urutan ke tiga. Massa kian memimpin jauh. Hamilton kembali ke pit lane dengan sedikit memaksakan mobilnya. Sirnalah podium bagi Lewis Hamilton.
Massa terdepan. Heikki masih di posisi kedua dengan mobil abu-abunya. Tak jauh, Toyota terlihat meyakinkan di balik kemudi Glock. Posisi ke empat, juara dunia 2007, Kimi “The Iceman” Raikkonen tak mampu terbendung kecepatannya. Kimi harus sekencang mungkin menggapai Glock, jika memang ingin terlihat di podium. Sejak Grand Prix di Inggris, nama Kimi seolah tenggelam oleh hebatnya Massa, rekan setimnya dari Brazil. Pembalap Finlandia itu tidak dapat menemukan setelan yang pas untuk F2008 miliknya. Kendati para mekanik Ferrari telah memberikan special service untuknya.
Tiga lap menjelang balapan di Hungaroring usai. Massa melewati line start. Mobil merahnya melambat, sejenak kemudian dari mesin mobil di bawah wing back keluar kepulan asap tebal menghitam. Mesin mengalami trouble. Goodbye to champion!
Heikki Kovalainen yang berada di belakang Massa tak menyia-nyiakan disaster tersebut. Melaju tenang sembari menjaga jarak aman dengan Glock yang berada di posisi ke dua. Yup! Finlandia dari McLaren kini memimpin. Kimi Raikkonen diposisi ke tiga. Keuntungan ganda untuk ke dua jagoan Finlandia; Heikki Kovalainen at First, Kimi Raikkonen di posisi podium terakhir.
Genap 70 lap berjalan, bendera finish berkibar kencang di sisi kanan starting grid. Heikki Kovalainen melintasi garis start di depan pembalap tersisa. Diikuti Glock (Rookie dari Jerman) dan teman sebangsa Heikki yang membela panji Kuda Jingkrak Ferrari, Kimi Raikkonen di third place podium.
Heikki Kovalainen mendapat berkah dari bencana yang menimpa Massa dan Hamilton. Kimi Raikkonen pun mendulang kebahagiaan dengan penambahan 6 poin di pundi-pundi klasemen pembalap berkat posisi ke tiga.
Mereka selayaknya berterima kasih pada Tuhan untuk ini. Di Hungaria lah, bendera Finlandia berkibar dua. Belum pernah terjadi selama balapan Formula 1 digelar tahun ini. Masing-masing untuk Heikki dan Kimi. Ketidak beruntungan Massa, rekan setim Kimi di Ferrari menjadi berkah bagi Kimi sendiri. Begitu pun, Heikki mengukuhkan diri menjadi yang terdepan di Hungaria berawal dari pecahnya sebuah ban mobil Lewis Hamilton yang tiada lain partner Heikki di McLaren. How Lucky You Are, Guys!
Siapa yang menyangka?
UKM Penalaran Truly Deeply UPN ”Veteran” Jawa Timur terbentuk
berawal dari sebuah Hotel. Penataran dan Lokakarya (Penlok) Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta
(Kopertis) Wilayah VII yang diadakan Hotel Natour Inna Simpang
menjadi tahap awal cikal bakal terbentuknya UKM tersebut. Tiga
mahasiswi yaitu Atis Aulia (Pertanian, 2004); Anita Yudi Jayanti
(Ilmu Komunikasi, 2005) dan Intan Rizky (Ekonomi Manajemen, 2005)
beserta satu dosen pendamping yaitu Zainal Abidin Achmad, dikirim
khusus oleh pihak Universitas guna menghadiri kegiatan Penlok
tersebut untuk menjadi delegasi UPN ”Veteran” Jawa Timur.
Ternyata tak berhenti
dari tahap itu saja. Kegiatan tersebut mendapat respon lebih dari
pihak Universitas dan berlanjut pada tahap pambahasan terbentuknya
UKM Penalaran di UPN ”Veteran” Jawa Timur. Tiga Hari setelah
kegiatan tersebut berlangsungnya, Zainal Abidin Achmad mendapat
mandat khusus dari Drs. H. Warsito, SH, MM. selaku Rektor UPN
”Veteran” Jawa Timur untuk membimbing para mahasiswa membentuk
dan mewujudkan adanya UKM Penalaran di kampus UPN ”Veteran” Jawa
Timur.
Salah satu peserta
yang dikirim pada kegiatan Penlok tersebut mendapat mandat khusus
untuk menjadi Ketua Umum UKM Penalaran periode 2007-2008. Mahasiswa
tersebut ialah Anita Yudi Jayanti. Namun, mandat khusus tersebut
tidak begitu saja diterima oleh Nyit –Panggilan Akrab Anita- dengan
legawa. ”Awalnya, aku menolak karena aku mau konsentrasi
untuk cita-citaku biar lulus Januari 2009 nanti. Tapi Pak Rektor
menghendaki Ketua UKM Penalaran harus dipegang oleh salah satu dari
tiga mahasiswa yang dikirim kemarin. Akhirnya atas rekomendasi Abi,
Pak Rektor memilihku dan secara langsung aku diberi surat perintah
untuk memimpin UKM ini. Special request gitulah,” jelasnya
panjang lebar.
UKM Penalaran Universitas Pembangunan
Nasional ”Veteran” Jawa Timur berdiri berdasarkan keputusan
Rektor nomor Skep/85/X/2007 tertanggal 31 Oktober 2007. Tujuan
berdirinya UKM Penalaran ini dilatarbelakangi kebutuhan atas sebuah
fenomena ilmu pengetahuan di kalangan mahasiswa yang mampu
dituangkan ke dalam bentuk karya ilmiah. Mengingat hal tersebut, UKM
Penalaran diharapkan dapat menjadi wadah maupun perekat aspirasi
keilmuan demi berlangsungnya budaya intelek mahasiswa UPN ”Veteran”
Jawa Timur.
Mengamati
perkembangan jaman, pendidikan tinggi mengalami kemajuan pesat.
Berdasarkan rencana strategis Departemen Pendidikan Nasional
(Depdiknas) bahwa program pendidikan tinggi antara lain meningkatkan
mutu dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja dan
kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dalam rangka memberikan
sumbangan secara optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat
dan daya saing bebas.
Universitas
Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur sebagai perguruan
tinggi swasta yang sadar dan peduli pada hal demikian, dirasa perlu
untuk mengoptimalkan civitas akademiknya guna mencapai tujuan. Oleh
sebab itu, diprakarsai oleh sebuah inisiatif maka Unit Kegiatan
Mahasiswa yang bernama Penalaran lahir dan diharapkan dapat mengubah
paradigma karya ilmiah di kalangan mahasiswa UPN ”Veteran” Jawa
Timur pada khususnya.
First of all, you’ve to know that you’re someone who still live in my heart. Right now, I’m not yours… Maybe I’m just a shadow that keeping wide awake in your life. And I just can only follow ‘till the time is through. Like the water that never stop to flow into valley. In your eyes, I saw something that you gave me a chance to be yours. But, I don’t know what’s the actually situation runs? I met a different way to assess, predicts and hopes in the prayers. I can’t deny these. I learn a lot of new things at this situation. Remember that sometimes very early in the time, I talk to you ‘bout this one. Amazing, I have a little bit brave to share here. Thanks, Allah!
Since it was April 6th 2007, I didn’t have to rush everything in order to go to hopelessness. Life was like a long path. Where was I just keep walking by? Walk along ‘till later. And, I’ve been waiting all this while.. Even I knew that we were so different… That’s why I do!
A PARAGRAPH TO REMEMBER
…Love shows in so many ways that those who love always see it. It speaks in so many voices that those who love always hear it. It’s far so many reasons that those who love never ask why?
Selepas dari kegiatan kampus yang naujubile padat serta menguras tenaga+pikiran, ku putuskan untuk melenggang bersama hatiku yang membutuhkan ketentraman. Guess what? Jawabannya adalah need times for “vokesyong” (right: vocation).
Kendati, ku tidak jadi ikut rombongan kampus ke Jakarta dalam rangka turut partisipasi menjadi audiens program TVOne “Negeri Impian”, insya Allah ku punya beberapa kunjungan demi kenyaman untuk jiwa ragaku yang lama tak rileks ini. Alhamdulillah. Gayung bersambut. Insya Allah akhir Agustus ikut teman2 UKM Paduan Suara “Gita Widya Giri” ke kota kembang, Bandung. Tentunya bersama keluargaku yang teramat sangat kucintai sekali, kami berencana Lebaran ini di kampung halaman Ibu di Ujung Hulu Sungai Musi Palembang, tepatnya di Tanjung Enim. Namun, beberapa anggota keluarga, termasuk aku keberatan karena waktu yang teramat mepet dengan jadwal back to campus. Plan B dari Kak Elis adalah going to Bali Island. Sudahlah, saya ikut saja. Toh, at least, hanya memikirkan diri sendiri (Maklum, yang ku kan single, ga kayak Kakak2ku dan Abangku yang sudah double, triple bahkan quatrick mungkin?).
Eng ing eng…
Sahabat2ku termuach di hati. Adinda Tiara Rahmania atau Dinda, cuma enak dipanggil Dien! Gwen alias Anggun Pudjiwidyastuti atau renyahnya kalau dipanggil Tutut. Last but not final, she is Whied. Widya Ariyanti, temanku yang paling chubby dewe dan ternyata banci foto kelar SMP, huahhh…!!! Mereka rindu tuk kumpul bareng. Whied putuskan let’s go to Ngajogjakarta Hadiningrat. Nah lho! Dien meyakinkanku tuk go on. Ku ragu. Ku bicarakan kembali. Cancel. Riskan sekali. Kendati kuliah di Surabaya, ku bilang pada mereka bahwa bukan berarti kita bonek kayak bonek.
Ku tawarkan bandung. Momentum kepergianku bersama PS GWG bisa mereka tebengi. Tidak harus bersama PS GWG. Meskipun ku bersama mereka namun ku tekankan bahwa kemandirian dalam perjalanan harus terpatri karena ku juga belum ngomong ma Iqbal tentang rencana ini. Ketiga dara tersebut meng-iya-kan.
Anehnya, kemarin malam, Whied telpon starone-ku. Dia ajak lagi pelesir ke Malang. Ke Jatim Park dengan alasan kita ga pernah ke Jatim Park bareng. Huah! Ada-ada saja. Mana jadwalku lumayan full gara-gara SP (Semester Pendek). Tak apalah demi mereka. Ku iya-kan. Bermalam di rumah nenek Dien yang notabene emang orang Malang. Ku tak seberapa paham seluk beluk daerah Malang. Meskipun sering ke kota dingin tersebut.
Tiba-tiba, Larut malam, ku confirm ke Dien. Dien mengambang lantaran pembantu yang pulang sehingga ga bisa tinggalin rumah. Astaghfirullah. Keukeh terus pokoknya kita harus tamasya, pinta ke-3 gadis tersebut. Sekali lagi, siapa takut!
Malam ini, Nyit bermalam di rumah tantenya di Puri Surya Jaya. Ku main ke sana. Eh, info dilayangkan kepadaku bahwa dalam waktu dekat akan ada tamasya bersama teman2 akrab kampus ke WBL. Subhanallah… Senang aku! Hanya bagaimana dengan kondisiku pasca takluk oleh penyakit yang bernama vertigo? Semoga aku kuat dan sehat. However, I have survive…
So, where do we go? Let’s go!!! Bismilah…
Aku! Weekend kemarin rencananya emg ke Probolinggo sekalian mampir bromo, eh lha kok berbelok ke Malang jadinya. Pangkal dari ini adalah teman KKN Kiky ga jadi ngikut ke Probolinggo alias rombongan macet. Ya elah....
Sudahlah, ku naiki mobil Kiky yang di-joki oleh Nyit. Bersama Bhaskaro (adik Nyit) dan Chris (Calon GM Ak. Radio, hwehehe). Dalam perjalaanan, seolah Nyit membalasku. Kalau biasanya aku yang jok-i dia, ku bikin dia was-was dan kini itu yang dia perbuat terhadapku. It's okay! Paling ga' tidak seorang diri aku dibuatnya berdesir!
Sampai di Malang, langsung perut bernyanyi. Mama Nyit masak sesuatu untuk kita. Ku lahaplah. Meskipun dengan sedikit rasa sungkan dan semi lapar. Satu hal yang aku tidak merasakan kenyaman 100% kala menginap di rumah itu (setiap kali). Duh, berasa kayak novel "Perawan di sarang Penyamun". Bedanya, penyamun tersebut bukan manusia tapi kucing. Secara Nyit punya banyak kucing. She's Cat Lovers. Hih!!! Aku paling ilfil ma makhluk Allah satu ini. Lantaran Nabi Muhammad sayang terhadap "felix", setidaknya 4 orang yang mengingatkanku. Mulai dari Mbak Puput, Rila, Rizcha mpi Kiky!
Malamnya, kita cabut ke festival lampion. Berangkat jam setengah7an plus Mama Nyit. Eh, selama perjalanan, sadar kalo macet, penuh, mbulet, kita pun susah untuk parkir. Giliran dah dapat, malah dilaihkan. Sudah cari susah, belum sempat parkir, hujan mengguyur. Akhirnya batal juga liat lampion... Fiuh!
Nyit putuskan perjalanan lanjut ke rumah Tantenya. Sampai! Di sana akhirnya kita berhasil nonton. Tapi nonton TVRI. What? Ya gitu tu kerjaan orang UPN, ngecampur sari di TVRI. Ketika lihat yang namanya layar kaca tersebut, kita menunggu perform Abi.
Abi pun muncul dengan beskap putih, bedak tebal, bibir merah. "Words"-nya Boyzone mengalir lancar dari mulut Abi. Applauses!!!!!
Jam9 kita beranjak kembali ke Candi Mendut (Rumah Nyit). Pengennya sewa Film atau nonton film. Tapi lagi-lagi tak da film di bioskop yang pengen kita tonton. Parahnya, si Chris ngantuk! Dia beranggapan ke Malang cuma Makan doank! Kekenyangan dia! Pulaslah dibuatnya oleh makanan!
Keesokan pagi, hanya aku dan Nyit yang jalan-jalan di kawasan simpang Ijen. Komenku cuma satu : Subhanallah!
Banyak banget makanan. Aneka warna dan kemasan. Banyak banget barang aneh2. Citarasa selera Malang bahkan Nusantara. Hampir setiap inci kedai di sebut Nyit "enak" kepadaku. Promosi anak daerah aku kira!
Aku beli pempek! Rujak Gobet dan Lumpia+Resoles. Nyit lebih banyak! Untuk Kiky, Chrus dan Bhaskoro!
Puas! Kita meluncur ke kosan Pephiey (adik kelasku SMP, SMA) di daerah Watu Gong. Dia kuliah di Hukum Unibraw semester 2. Dia kabarkan lewat SMS, dia baru sembuh dari DB. Ku kunjungi namun hanya sebentar.
Lalu di rumah, mandi, sarapan! Bergegas pamit kepada kedua orangtua Nyit. Lanjut ke Batu! Kali ini ke rumah Eyang Nyit. Sama seperti tahun baru kemarin, tetap tak berubah rumah tersebut! Hanya, meja yang ditengah kini telah ditanggalkan akibat ulah Alky (sepupu kecil Nyit) yang memecahkan kaca tengahnya. Dasar Alky!
Di sana Chris lagi-lagi tidur! Dapat makanan baru! Mbak Uni bikin singkong bulat goreng isi keju dan sosis yang enak kalau dicelup mayonaise. Hm...m... Alhamdulillah.
Lama hingga sore kita kembalikan Mama Nyit ke Candi Mendut, bergegas kita kembali ke Surabaya.
Mampir ke Bakpo Telo. Chris beli untuk keluarganya. Aku, Nyit, Kiky makan Ice cream ja (Secara perut masih terisi).
Beh! Liburan yang tak sesuai rencana! Bagi Chris itu hanya tempat pindah tidur!
Hari-hariku kini mulai terbiasa tuk tidur malam hanya 1-2 jam. Bahkan sudah begitu biasa. Contoh saja semalam. Ditengah padat jadwal untuk prepare Communication Day, ku harus finishing KKTM Kopertis. kompetisi karya tulis mahasiswa tingkat Kopertis wilayah 7. Pasalnya, aku sangat merasa berdosa apabila tak mengirimkannya. Pertama, dosa sama UPN yang telah mempercayakan pendelegasian kepadaku. Parahnya, berdosa pada negara, karena tak ada feedback dari hasil Pelatihan di hotel Grand Lotus Kediri bulan lalu.
Kembali pada porsi tidur yang relatif singkat. Efeknya pun terasa dasyat. Di sisa-sisa kapasitas memoriku yang sudah pasti terbagi ini kuharus tetap fokus pada kuliah. Meskipun tak maksimal. Bahkan dengan jujur ku bilang bahwa Ku sudah mulai sulit fokus pada kuliah di kelas. Aku mulai enjoy dengan praktikal sejak aktivitas melilitku.
Semalam yang hendak kuceritakan. Aku harus bergegas sistem kebut semalam untuk menggagas, menganalisis, dan menyusun sampai menyelesaikan karya ilmiah ke-tiga-ku sepajang bergabung di UKM Penalaran per Oktober 2007. Sub tema, PERANAN KOMUNIKASI MASSA DALAM PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA pun ku pilih. Sepanjang malam itu pula kubegadang. Start jam 9 malam hingga selesai pukul 8 pagi. Lalu bergegas ke kampus untuk ketemu dengan Tim Promosi CommDay-ku. Meskipun harus mampir ke Zoe dan Pelangi tuk print dan jilid. Astaghfirullah! KKTM itu harus di copy sebanyak 4 lembar untuk kopertis. Pasti ditambah 1 untuk jurusan. Duit lagi! Tolong aku, Ya Allah!
Teas dan Nyit tambah parah. Teas sebagai pemula masih bingung dengan format penulisan. Wajar! Nyit? Yeah. sudah merancang, entah kenapa datanya hilang! Guess what? Dia bilang, " La, dataku ilang. Kebut lagi!"
KKTM kelar. Ku serahkan nyit tuk minta tndtagan kajur, dosen pembimbing dan warek3. Ku serahkan dia karena qt selalu bagi tugas. Nyit stays di kampus 2day. Ku "mengukur jalan" untuk CommDay.
Chris marah. Biasa emosi, ku biarkan saja! Seminggu ini ku sudah mangkir dari beberapa kuliah. PMPR! Soskom! Lobbying! KomBud! Menyesal ada namun resiko!
Berangkatlah ku ke SMA-SMA Sidoarjo tuk promo. SMA Negeri 4 Sidoarjo dan SMAMDASDA tujuannya. Ku sebagai spoken person beraksi. Mempresentasikan event CommDay di depan guru2 SMA dan beberapa murid. Alhamdulillah goal! Sukses!
Ketakutan sebelumnya membayangi karena mayoritas tim lain gagal!
Selesai jam stgh3 ku langsung meluncur ke kampus tuk nengok radio. Tiba-tiba ku pengin masuk KomBud kelas sore. Ok lah! Radio di jaga Budi dan GM, ku masuk KomBud. Lagi-lagi, dosennya sepertinya sedang ga mood. Datar! Jadilah ku semakin ngantuk! Lelah! Capek! Need a rest! Mataku sudah sayu sekali! Begitu tersadar! Oops proposal wira usaha mbank mandiri ditunggu jsampai jam6 sore. Alhamdulillah, setengah5 pulang. Ku ngebut pulang ke sidoarjo, tapi laper. Di jaunda sebrang, ku rehat makan mie ayam. lalu lanjut. Mencoba mengingat email WMM. Tak jua ingat! Sesampai rumah, masuk kamar, bongkar file WMM. Yes, ketemu! Nyalain komputer jam6 kurang 8 menit. Alhamdulillah komputernya joss. Seper sekian detik, yahoo emailku siap mengirim proposal WMM yang sebelumnya sudah ku susun. Copy paste kelar! Kirim! Bismilah! Masih belum pukul6... Terima kasih Allah...
Lama tak nulis blog, sekarang kulakukan. Dan kini ku ingin pulang. Take a rest! Besok tempur lagi untuk promo CommDay ke SMAN 2 dan 3 Sidoarjo. Ku ingin balas dendam memanjakan raga dalam kisaran 5 hingga 6 jam. Mandi dulu tentunya!
Pinjam istilah Abang, FIUUUUUUUUHHHHHHH!!!!!!!!!
Ya Allah, terima kasih atas kesempatan ini..... Alhamdulillah...
Minggu siang, kudapati lagi satu fenomena yang teramat mendapat tempat tersendiri di hatiku. Bukan apa? Tapi semenjak duduk di bangku sekolah dulu, aku menaruh perhatian agak lebih sama yang namanya pelajaran sejarah. Kaitannya adalah seperti yang kita tahu bersama bahwa Mantan RI-1 yang berkuasa selama 32 tahun itu telah pergi menghadap Allah SWT yang Maha Segalanya.
Buat aku, itu tidak hanya sekedar berita duka. Benarnya, perhataianku pun tercurah cukup ektra di situ. Pasalnya, sekedar intermezo aja mungkin, hari itu kok ya pas sama situasi kondisi saatku ada. Maksudnya?
....
Di tengah persiapan 'tuk menghadapi yang namanya UAS, eh malah kabar itu datang. Spontanlah yang namanya diriku ni, langsung stay in front of TV for long long long time banget. Padahal, aku adalah salah satu dari sedikit orang yang paling nggak ngeh kalau dah liat progran TV Indonesia (Bukan ga cinta produk dalam negeri lho!).
Lebih dalam, pak Harto adalah sosok yang fenomenal bagiku. Sampai kini pun, aku tak bisa berkata dengan kongkrit dan fixed guna menyatakan sikapku atas beliau beserta dang deng ding dung dong-nya. Mungkin juga karena kapasitasku yang masih lum samapai tuk ke arah yang sepantasnya berkomentar. Tapi, aku cukup punyahak untuk itu. Hanya saja, hakku belum kugunakan!
...
Dari judulnya emang aneh. Kubuat gitu. Biar penasaran semakin membumbung.
Artinya...
out MPK adalah out Memoriam Pak Karno (RI-1 pertama)
in MPS adalah in Memoriam Pak Soeharto, hwehehe...
Memaksa memang tapi lucu kan? Pe De banget!!!!
At least, ku tulis ga sekedar tulis lah, pasalnya, siang wafatnya RI-1 kedua itu, merupakan siang yang memang berbeda. Siang menjelang ujian MPK I (Metode Penelitian Komunikasi ke I). Belum belajar, mecoba SKS tuk kesekian kalinya, ternyata berita duka itu tiba. Jadilah sepanjang hari hingga kini masih aja setia ma Media Fenomenal tersebut. Bahkan jeleknya, belajar MPK pun ga konsen. Lebih banyak nonton Metro dan SCTV tuk Pak Harto. Tentunya sambil belajar. Untungnya, Alhamdulillah, aku orang yang ga terganggu ma suara-suara ketika belajar....
...
Oia, kenapa out MPK? Karena memori tentang Pak Karno dah pada ga keinget. Padahal alur akhir hayat beliau dengan Pak Harto menurutku ga beda jauh. Malah hampir sama. Anti Klimaks pun bisa diibaratkan bagi pinang dibelah dua.
Berkuasa puluhan tahun lamanya. Lengser karena desakan. Ironisnya, dari golongan muda. Menghabiskan hari pasca pengunduran diri dengan terkungkung dalam rumah yang begitu itu keadaanya. Tak ada daya. Sakit-sakitan. Dihujat. Disanjung. Berpolemik dengan bangsa. Keluarga entah bagaimana keutuhannya. Lalu, innalillahi....
Allah memang yang mempunyai hak atas kehidupan kita semua.
....
MPK sesungguhnya adalah mata kuliah yang mbulet menurut teman-temanku. Sedikit bagiku. Alhamdulillah. Generalnya, MPK itu MPS. Yaitu Metode Penelitian Sosial. Karena aku anak Komunikasi saja, makanya S-nya diganti K beserta kepanjangannya.
...
Yup, begitulah akhirnya. Pengen belajar, keburu dapat influence dari Media tentang Almarhum jadi ngaco via FS kayak gini.
Hari ini memang ujian MPK tapi sejujurnya lebih berakar pada MPS. Begitupun out MPK = in MPS, kenangan pak Karno dilupakan sesaat karena pemberitaan Media yang gencar (Agenda Setting) lalu selamat datang untuk beberapa hari ke depan berita-berita tentang "in Memoriam Pak Soeharto".
Kalau mengharap itu sebuah penantian, ya memang begitu adanya.
Entah ku mau menulis apa di sini. Namun, jari jemari tak bisa menuliskan apa yang bersuara dalam hati dan terbersit dalam pikiran.
...
Hari itu, Nothing To Lose! Hopeless! Bahkan tak pernah kusangka... Berpikiran sejenak pun ku enggan karena aku sudah cukup lelah dengan semua aktifitasku yang tak kunjung menemui waktu santai.
Sebuah nomor yang tak ku tau rana pemiliknya. Herannya, ku sangat mengenali (hafal bahkan), karakter atau caranya menuliskan pesan. Hanya ku pendam. Namun tetap, penasaran!
...
Alhamdulillah, memang benar apa yang ku sangka. Bukan sangka! Terlalu jauh dari kesan indah. Ku duga saja! Dia adalah Dia. Orang yang sudah kupercayakan hatinya kepada Allah. Sepenuh hati, aku percaya, Allah selalu menjaga hatinya untuk orang yang kelak akan dicintainya. Entah siapa? Tak pernah putus tatkala meluangkan waktu untuk itu.
...
Yup, reply yang sesuai judul blog ini "Never Think Before" tertera di layar handphone cdma 2505 punyaku.
Satu Kalimat!
Satu Perasaan!
Satu Harapan!
Satu Lelaki!
Satu Satu Satu Satu dan Satu!
Tak mau untuk kutulis kalimat itu di blog ini. Konvensional memang. Tapi psikologisku berkata, more than that!
...
Kini...
Boleh kah ku berkata, "Harapanku baru!"
...
Dan lagi...
Lagi ku batasi perasaan ini!
Hanya sampai batas ini...
Cukup untuk kurun waktu sekarang, entah esok, bagaimana masa yang akan datang? He plays the card!
...
Dedicated to him
...
Maybe I didn't treat you
Quite as good as I should have
Maybe I didn't love you
Quite as often as I could have
Little things I should have said & done
I just never took the time
But you were always on my mind
You were always on my mind
Maybe I didn't hold you
All those lonely, lonely times
And I guess I never told you
I'm so happy that you're mine
If I made you feel second best
I'm sorry I wasn't blind
You were always on my mind
You were always on my mind
Tell me, tell me that your
Sweet love hasn't died
Give me, give me one more chance
To keep you satisfied
Satisfied
Little things I should have said & done
I just never took the time
You were always on my mind
...
Apalah kini?
Tak berhak untuk menentukan!
Ada yang paling berhak atas ini dan kuserahkan itu...
Bukan aku! Bukan kamu! Tapi...
Karya Ilmiah ku yang telah dinyatakan Diknas masuk semifinal, ternyata harus kuhadapi dengan "besar hati".
Hwehehe... sombong banget kesannya! Tapi bangga lah...
Gimana ga? Baru pertama kali ikutan (meskipun dengan sdkt terpaksa oleh Nyit yang bilang, "Masak sekretaris UKM Penalaran ga punya karya ilmiah!") bermodalkan dukungan dari Abi, ya go on! Bikin karya ilmiahnya tu ekspress banget. Akhirnya, lahirlah karyaku dengan judul PEMBINAAN ANAK-ANAK JALANAN DENGAN KEAHLIAN BERKARYA DALAM RANGKA PERTAHANAN HIDUP DI TERMINAL PURABAYA SURABAYA.
Alah-alah... judulnya sok banget! Ngece gt lah... Balik ke semifinal. Terima Kabar dr Diknas, syok tenan... Coz awalnya aku cuma "nulis", prosedur ilmiah pun baru nyadar sesadar-sadarnya pas udah jilid dan mau ditandatangani pak Joko (PUREK III), payah! Tanpa banyak bekal alias seadanya dan dengan pd-ku yang segudang... Majulah aku ke depan dewan juri penguji... Berantakan! Ga bawa file apapun! Hanya berbekal poster yang "UPN" banget truz Power Point yang ternyata ga kepake coz jurinya ga mau pake power point. Maunya aku presentasi manual pake mulut ciptaan Allah SWT... Yeah!
Mulailah...
Pembantaian terjadi. Aku yang masih jauh dari skripsi meskipun tahun depan dah mau magang tapi kan belum punya persiapan tuk sidang begono-an, jadinya dah ngerasain gimana berdebar dan panasnya sidang skripsi dan magang entar. Ealah... PD dah terkumpul, lha kok... dicerca pertanyaan yang bener2 bikin aku klekep2... Alhasil, cuma bisa jawab seadanya tanpa banyak pembuktian fakta riil dari dokumen... Jurinya kayaknya makin senang melihatku seperti itu, eh, Ketiga juri malah kompak nagih jaminanku ma anak-anak jalanan tersebut... Dienkkkk!!! Sudahlah... kutak bisa menjawab...
Blankkkk!!!!!
How stupid of me.... Lila is not too enough to survive on that moment! Demi Allah... sempat ciut nyali, palagi abiz Nyit maju dan Kiky barengan ma ku di meja satunya...
Tapi...
Aku ga kapok, insya Allah dikasih kesempatan lagi ma Allah tuk "balas dendam". Bukan apa? Paling ga aku punya pembelaan tuk diri sendiri di depan para kaum awam (hwehehe....muaaaf!!!)
Pembelaan Lila...
1. Lho kan aku new comer jadi maklumlah... anggap aja proses belajar!
2. Ya namanya ja, coba2. Iseng2 berhadiah nan beruntung gitulah... Nothing to lose!!!
3. Yeah...aku dah setahap lebih maju daripada teman2 angkatanku yang belum pernah ngerasain gimana tu sidang skripsi?
That Day!!!!
Yup, hari itu adalah anti klimaks bagi perjalanan hidupku..
why?
Entahlah...
Aku merasa harus re-built lagi aja semua yang sudah aku jalani.
Arah, tujuan, pandangan terhadap hidup begitu jelas setelah itu...
Indah banget!
Terima kasih bagi dia yang telah berbagi pada hari itu.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih...
...
Langkah akan ringan tapi tak seringan kala angin menghempaskan kapas...
Berat? Mungkin iya, tapi aku ga berpikiran bahwa itu akan menjadi berat...
Berjalan ke jalan-Nya... Indah dan ringan... Insya Allah...
...
Al-Anam 153 : Hidup bagai menyelusuri hutan. Ikuti jalan Allah bagai dituntun oleh pemandu yang ahli. Perjalanan menjadi indah dan menyenangkan walau hutan belantara.